Diberdayakan oleh Blogger.
Windows 7 Pen
RSS

Pages

Struktur Pasar (RESUME 4)

Struktur pasar ialah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang di hasilkan.

Pada analisa ekonomi dapat di bedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna seperti Monopoli, oligopoly, duopoly, monopolistic dan monopsoni.

1. Pasar persaingan sempurna.
Pasar persaingan sempurna dapat terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contohnya adalah Beras, gandum, dan kentang.

Sifat-sifat dari pasar persaingan sempurna, adalah
Jumlah penjual dan pembeli banyak
Barang yang di jual sejenis
Penjual bersifat price taker
Posisi tawar konsumen kuat
Sensitif terhadap perubahan harga.

2. Pasar Monopoli
Adalah suatu bentuk hubungan antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada 1 penjual yang lebih menguasai keadaan pasar dengan bertemu banyak pembeli atau konsumen.

Ciri-ciri dari pasar monopoli, adalah:
Hanya ada 1 produsen yang menguasai penawaran.
Tidak ada barang pengganti
Produsen memiliki kekuatan menentukan harga

3. Pasar Oligopoli
Adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran dimana terdapat beberapa penjual yang menguasai seluruh permintaan pasar.

Ciri-ciri dari pasar oligopoli, yaitu:
Terdapat beberapa penjual yang menguasai keadaan pasar
Barang yang di perjual belikan bersifat homogen dan berbeda corak

Jenis-jenis pasar oligopoly adalah:
Pasar oligopoli murni
Pasar oligopoly dengan pembedaan.

4. Pasar Duopoli
Adalah suatu pasar dimana penawaran suatu jenis barang di kuasai oleh 2 perusahaan.

5. Pasar Monopolistik.
Adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penerimaan dimana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama.

Ciri-ciri dari pasar monopolistik adalah, yaitu:
Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar
Barang yang di perjual-belikan merupakan pembedaan produksi.
Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produksinya sendiri

6. Pasar monopsoni
Adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran diaman permintaannya atau pembeli hanya 1 perusahaan.
Contoh:  PT. Kereta Api Indonesia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perilaku Produsen (RESUME 3)

Berikut ini beberapa poin penting yang dapat diambil dari prensentasi kelompok 3 mengenai "Perilaku Produsen", yaitu:


Produsen ialah orang yang menciptakan atau menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan demi tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen. Produksi juga merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan  dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.

Dalam menentukan keputusan digunakan dua asumsi dasar:
1) bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum,
2) bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.
Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut
fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan
hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan
jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik
harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. 


Tujuan Produksi
Sudah jelas tujuan produksi yang menjadi motif utama yaitu untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit). Selain dari itu tujuan produksi ialah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam usaha mencapai suatu kemakmuran.


Produksi Optimal 
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksi output yang lain. Tingkat produksi optimal adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan minimum.


Dalam hal ini, prilaku produsen di Indonesia masih cenderung mengikuti apa yang sudah pernah ada. Maksudnya adalah produsen hanya mencontek produk karya milik orang lain yang sudah lebih dulu sukses, dan berharap produk tiruannya akan menuai sukses yang sama. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu produk yang baru dirasa masih kurang diperhatikan oleh produsen-produsen di Indonesia. Padahal jika dikaji kembali,penciptaan produk baru akan memancing rasa penasaran konsumen untuk melihat, merasakan, dan membeli produk baru tersebut ketimbang membeli produk dengan jenis yang sama namun hanya berbeda brand.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS